Kamis, 25 April 2013

Jerawat: Sebuah Dilema

Jerawat sering dianggap sebagai masalah remaja mayor. Meskipun ada beberapa orang dewasa yang juga menderita apa yang kita sebut "jerawat dewasa". Orang dewasa di usia dua puluhan dan seterusnya masih dapat mengalami jerawat, dan efek negatif dari stres menambah ketegangan memilikinya pop up di wajah mereka.

Studi menunjukkan bahwa stres mental dapat menjadi penyebab utama dalam mengembangkan jerawat untuk orang dewasa. Selain itu, perempuan cenderung menderita karena mereka lebih terkena stres yang mereka peroleh sepanjang hidup mereka sehari-hari. Mereka juga rentan terhadap ketidakseimbangan hormon, terutama pada saat-saat ketika mereka memiliki menstruasi bulanan mereka dan selama kehamilan.

Lingkungan adalah faktor lain dalam mengembangkan jerawat dewasa. Jika lingkungan Anda selalu kotor, kemungkinan besar semua debu akan dibawa melalui angin dan akhirnya mendarat di wajah Anda. Jika dibiarkan kotor, debu dan kotoran tersebut dapat menyumbat pori-pori Anda dan menginfeksi mereka membuat pori meradang.

Sama seperti remaja jerawat, pengobatan terbaik yang dapat Anda memanfaatkan adalah menjaga perawatan kulit yang tepat dan kebersihan pribadi yang sehat. Mengambil mandi sehari-hari, dan gunakan sabun lembut hanya agar jerawat Anda wont lebih berkembang menjadi infeksi.

Juga hati-hati untuk diet Anda. Minum cukup air dan belum termasuk dari makan beberapa makanan berminyak. Makan lebih banyak buah dan sayuran.

Luangkan cukup tidur dan istirahat. Ini akan rileks pori-pori kulit Anda dan akhirnya mencegah jerawat dari berkembang.

Gaya hidup orang dewasa merupakan faktor penting dalam munculnya jerawat dewasa juga. Hindari minum minuman keras, minuman berbasis alkohol dan merokok. Itu hanya akan membuat wajah Anda penuh dengan jerawat.

Anda juga dapat mengambil beberapa obat jerawat seperti produk perawatan kulit dan perawatan kulit. Hanya melihat dokter kulit Anda sehingga ia / dia bisa menentukan pengobatan akan tepat untuk Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar